Model Manajemen Komunitas Berbasis Budaya Lokal: Studi Kasus Komunitas Sasude di Kampung Aur

Authors

  • Yenny Susanty Siregar Universitas Tjut Nyak Dhien Author

DOI:

https://doi.org/10.66249/abm4v031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap model manajemen komunitas yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal melalui studi kasus Komunitas Sasude di Kampung Aur, Medan. Sasude merupakan komunitas yang berfokus pada pendidikan anak, pelestarian lingkungan, dan penguatan solidaritas sosial masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap warga dan penggerak komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengelolaan komunitas dibangun melalui pendekatan keluarga, di mana anak-anak menjadi jembatan partisipasi antara penggerak dan masyarakat. Model kepemimpinan bersifat partisipatif dan regeneratif, ditandai dengan pergantian peran yang alami dari pendiri kepada kader muda. Kegiatan komunitas dijalankan dengan prinsip transparansi, gotong royong, serta tanpa pungutan biaya, yang mencerminkan praktik akuntabilitas sosial berbasis nilai budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian manajemen komunitas dengan menegaskan pentingnya kearifan lokal sebagai dasar keberlanjutan organisasi sosial.

References

Brennan, M. A., Flint, C. G., & Luloff, A. E. (2009). Bringing together local culture and rural development: Findings from Ireland, Pennsylvania and Alaska. Sociologia Ruralis, 49(1), 97–112. https://doi.org/10.1111/j.1467-9523.2008.00471.x

DeLisle, S. D. (2004). A Layered Homeland: History, Culture and Visions of Development. http://www.lynngehl.com/uploads/5/0/0/4/5004954/27.pdf

Effendi, Y. R., & Sahertian, P. (2022). Kontruksi peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah berbasis budaya Lonto Leok dalam penguatan karakter siswa. JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 5(3), 214–226.

Flint, C. G., & Brennan, M. A. (2005). Local culture and rural development: Findings from Ireland, Pennsylvania, and Alaska. Utah State University. https://digitalcommons.usu.edu/sswa_facpubs/565

Handaru, B. I. W. (2025). Model pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan kepemimpinan transformasional komunitas lokal. Servatio, 1(1), 51–58.

Hudiyanto, R., & Hadi, N. (2019). Avoiding local culture deprivation in historical landscape by involving special interest community in foothill villages of East Java. https://doi.org/10.2991/ICSKSE-18.2019.22

Huraerah, A., Nurwulan, R. L., & Voo, P. (2023). Local culture-based community development in Subang Regency, West Java. Empati, 12(1), 25–32. https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31786

Jannah, F. M., Ridwan, M., Sari, N. A., Sholihah, M., & Rohman, N. (2025). Peran manajemen sekolah dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya lokal studi Sekolah Dasar Negeri 01 Karanggondang. Jurnal Cakrawala Pendidikan Indonesia, 2(3), 112–121. https://doi.org/10.61132/jucapenbi.v2i3.605

Jeliastiva, J. (2022). Analysis of local culture actualization on village fund management. Journal of Social Commerce, 2(3), 127–134. https://doi.org/10.56209/jommerce.v2i3.36

Prokopy, L. S., & Aldrich, D. P. (2012). Context matters: The importance of local culture in community participation. The Journal of Extension, 50(2), 58. https://tigerprints.clemson.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=2878&context=joe

Randi, K., & Dagani, G. (2024). Peran budaya lokal terhadap pencegahan illegal fishing. Journal Publicuho, 7(4), 1842–1854. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i4.536

Downloads

Published

2026-01-02

How to Cite

Siregar, Y. S. (2026). Model Manajemen Komunitas Berbasis Budaya Lokal: Studi Kasus Komunitas Sasude di Kampung Aur. PURUSARTHA: Jurnal Manajemen, Ekonomi, Bisnis Digital, Dan Kewirausahaan, 1(1), 96-108. https://doi.org/10.66249/abm4v031